Kemenag: Generasi Qur’ani Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045 di Tengah Arus Digital
By Admin

Muchlis M. Hanafi/ Dok. Kemenag
nusakini.com, Jakarta — Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muchlis M. Hanafi menegaskan pentingnya pembinaan generasi Qur’ani sebagai bagian dari strategi menyiapkan Indonesia Emas 2045.
Pernyataan itu disampaikan Muchlis saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Hakim Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) LPP RRI Tingkat Nasional ke-55 di Auditorium Yusuf Ronodipuro, RRI Jakarta, Kamis (19/2/2026). Ia hadir mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Menurut Muchlis, penguatan nilai Al-Qur’an menjadi relevan di tengah bonus demografi dan derasnya arus digital yang memengaruhi pola pikir generasi muda. Ia menilai kemajuan teknologi perlu diimbangi fondasi moral yang kuat.
“Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi menjadi pedoman dalam berpikir dan bersikap,” ujarnya dalam acara tersebut.
Ia menjelaskan, generasi muda saat ini hidup dalam ruang digital yang terbuka, dengan arus informasi yang cepat dan beragam. Tanpa panduan nilai yang jelas, menurutnya, generasi muda berisiko kehilangan arah.
Dalam konteks itu, ia menilai PTQ RRI bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan ruang pembinaan karakter dan literasi Qur’ani. Siaran tilawah yang menjangkau berbagai daerah dinilai turut menyebarkan nilai-nilai keagamaan ke masyarakat luas.
Muchlis juga mengingatkan Dewan Hakim agar menjaga integritas dan profesionalisme. Ia merujuk Peraturan Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2019 yang mengatur persyaratan integritas, reputasi, kompetensi, dan pengalaman bagi Dewan Hakim.
Menurutnya, kualitas dan kredibilitas kompetisi akan menentukan lahirnya qari dan qariah yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga berakhlak baik. (*)